Segala hal tentang wanita selalu membuat mataku terbuka lebih lebar. Sederhana saja, karena aku bagian dari mereka. Aku selalu marah ketika mendengar orang menyalah-nyalahi kami. Apalagi menjadikan perempuan sebagai alasan jatuhnya sebuah aturan, yang tak jelas tujuan.
Bukan sekali kudengar tentang wanita adalah racun dunia. Konon miliki anak perempuan itu beban, karena mereka akan banyak yang jadi penghuni neraka. Lalu mulailah kami diatur tingkahnya, supaya tak banyak timbul dosa. Aku diperintahkan untuk menjaga diri agar tak godai iman lelaki. BAH! Tak pernah kudengar ada yang menyuruh pria menjaga mata. Tak ada yang sibuk mengurus sepanjang mana pakaian lelaki seharusnya. Semua lebih senang membahas remeh temeh perempuan. Bagaimana kami berpakaian sudah dimasukkan ke dalam aturan. Dan sekarang cara berkendaraan pun dikendalikan. Saya penasaran ada apa lagi di depan. Mungkin suamipun akan dicarikan.
Aku sudah lelah dengan peringatan-peringatan membentak yang diedarkan. Aku bosan membaca tulisan menggurui dan menghakimi di pinggir jalan. Aku sakit sekali melihat orang-orang bisa mengambil keputusan tentang apa yang harus aku lakukan. Orang yang bukan Ayahku kenapa merasa berhak menunjuk dan meneriakiku di jalanan. Yang tak melahirkanku juga senang sekali menceramahi. Jarang dengan cara yang menyejukkan hati, mereka lebih senang menghakimi dan menakut-nakuti.
Lalu aku berkoar-koar begini sudah barang tentu akan dicaci. Ramai-ramai menyangkaiku wanita liar yang butuh sekali untuk diajar. Aku marah dengan peraturan ini karena lagi-lagi hal terkecil perempuan dibesar-besarkan. Dan ternyata yang diributkan masih tak jauh dari lekuk dan nafsu badan. Orang-orang di sekitarku ini terlalu sibuk meminta penghormatan, tapi jarang mau mendengarkan. Mereka ingin semua terjadi sesuai dengan apa yang ingin mereka lihat, bukan dengan apa yang orang lain rasa. Parahnya lagi, mereka sering mengambil kesimpulan tanpa pernah menanyakan.
Bapak walikota bilang, duduk ngangkang dilarang supaya kehormatan kami tetap terjaga. Sadarkah kalau anda sedang mengkotak-kotakkan wanita? Sepertinya anda dan para pembuat aturan hanya ingin menerima wanita seperti yang sering digambarkan saja. Yang lembut tingkahnya, halus tuturnya, dan gemulai langkahnya. Lagaknya ada yang lupa kalau Cut Nyak Dhien itu dulu seorang panglima.
Saya dengar anda juga membawa-bawa tentang krisis identititas. Saya masih tak mengerti. Karena yang saya tahu, di nanggroe ini saya jarang sekali bisa menjadi diri sendiri.
Banda Aceh, 9 Januari 2013
-Annisa Mulia-
Setuju deh sama kamu (^_^)9
Hihihihhii.. Makasi, Fira
Senangnya ada yang seide :p
Suka banget cara kamu nulis, Nis
Iya, harusnya bikin polling dulu atau gimana gitu, ya. Masa bikin peraturan tentang perempuan tanpa minta pendapat perempuannya..
Makasiii, mba.. *Ah jadi bersemu*
Mereka (selalu) merasa tahu semua-semuanya kan? :p Dimana-mana yang namanya peduli dan melindungi itu kan ngga membuat pihak lain rugi dan resah
Kaya aku peduli sama Ichul, aku ngga buat dia susah dengan perasaan aku. Muahahahhahaa.. Apeeuu deh si Nisa –”
ahahahahahaa..padahal udah menggebu2 nih, tapi pas baca komennya Nisa terakhir jadi ngakak deh..
Ah Ichul emang bisa bikin Nisa jadi adem yaaaah.. ahahah..
Cintaku pada Ichul lebih menggebu, Mba =3
exellent 4 u’r note s
Gini Cha..
Ketika membuat Sebuah tulisan, coba dipikirkan apa yg menjadi dasar sebuah tulisan. Ibarat membuat skripsi,coba ambil sebuah Rujukan yang Mendukung tulisan itu.
Sekarang begini.
Siapa sih yang ga suka keindahan.
Wanita itu adalah salah satu keindahan yang diciptakan Allah di muka bumi. Ketika keindahan itu ditutup rapat dan disimpan baik2 untuk orang yg lebih berhak,nilainya malah menjadi Sangat tinggi..
Ketika dibuka, dan semua orang tau,dan semua orang menilai, apalagi yang mau di cari..toh semua udah tau..
Jadi ada alasan kenapa smuanya ada aturan..peraturan Berhijab sudah di canangkan sejak zaman nabi2 terdahulu..dan ditegaskan sejak 1400 tahun silam.bukan 2001..
Its not a choice, ibaratnya shalat..Shalat itu bukan pilihan..menutup aurat juga bukan pilihan..
Not talking about hijab
Saya kan ngga bahas tentang ngga mau pake jilbab -______-”
Saya wanita yang memakai jilbab dan bangga dengan itu..